SHINA

Rabu, 18 Mei 2011

PELAYAN TELADAN

Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki- laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini

mendekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam.

"Dapatkah anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.

 Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang

kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota.

"Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. "Tapi saya tidak dapat

mengirim pasangan yang baik seperti anda, keluar kehujanan pada pukul

satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? Tidak terlalu

bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."


Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan

khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja," kata sang pelayan.

Akhirnya pasangan ini setuju.


Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata kepada

sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya

menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan

membangun sebuah hotel untuk anda." Sang pelayan melihat mereka dan

tersenyum. Mereka bertiga tertawa.

         

Saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju

bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka,

menemukan seseorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu

hal yang mudah.


Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu

ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut

mengingatkannya pada malam hujan badai. Dan disertai dengan tiket

pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi

pasangan tua tersebut.


         
Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia

ke sudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru

yang megah disana, sebuah istana dengan batu ke-merah-an, dengan menara

yang menjulang ke langit."


Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk

engkau kelola"."


          Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda. "Saya jamin, saya

tidak," kata laki-laki tua itu, dengan tersenyum lebar.


          Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor dan struktur

bangunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel.

Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama itu, adalah George

C.Boldt.

 


          Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang

membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling

bergengsi di dunia.

          Pelajarannya adalah ..... perlakukanlah semua orang dengan kasih,

kemurahan dan hormat dan anda tidak akan gagal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar